Bina 83 Calon Pensiunan ASN, BKD Banten Hadirkan Tokoh Inspiratif yang Sukses Bisnis di Masa Lansia

Sumber Gambar : Foto: BKD Banten

BKD Banten - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten melakukan pembinaan terhadap 83 calon pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan purna tugas di tahun 2027.

Kali ini, BKD Provinsi Banten menghadirkan tokoh inspiratif asal Kota Cilegon yang sukses berbisnis di usianya yang sudah mencapai 72 tahun. Hal ini untuk memberi motivasi kepada calon pensiunan ASN agar tetap produktif pasca purna tugas.

Kepala BKD Provinsi Banten Ai Dewi Suzana mengatakan, menjadi pensiunan ASN tidak boleh menghentikan karier dan mengabdi kepada negara di bidang lain. 

Salah satu yang bisa dilakukan dan berpotensi meningkatkan karier adalah dengan berwirausaha. Sehingga perlu dilakukan pembinaan agar para pensiunan ASN tidak kehilangan pendapatan.

"Menjadi pensiunan bukan akhir karier dari bapak dan ibu. Pembinaan wirausaha ini lebih bisa memberikan manfaat yang selama ini mungkin bapak ibu sedang dilakukan, ketika purna tidak hilang pendapatan, ketika sudah pensiun tidak diam," katanya, Rabu (25/2/2026).

Ia mengingatkan kepada calon pensiunan bahwa pasca purna tugas bukan berarti berhenti sebagai manusia. Sebagai abdi negara harus tetap kreatif dengan memanfaatkan waktu luang.

"Ketika kita sudah purna, bukan berarti kita berhenti sebagai manusia, tapi biasanya ide itu akan muncul ketika orang sudah purna. Manfaatkan waktu sebaik mungkin," ungkapnya. 

Untuk itu, Ai berpesan agar para calon pensiunan mempersiapkan mental sejak saat ini dengan mempersiapkan kehidupan pasca purna tugas dari ASN.

"Siapkan mentalnya dari sekarang, masih ada waktu satu tahun. kalau ada usaha lakukan usaha itu, dimaksimalkan sehingga ketika pensiun, kita tidak berhenti, hidup kita tidak berhenti," terangnya.

Sementara itu, Sri Titin Supadmi selaku owner CV. Saripati Laer yang kini berusia 72 tahun, mengaku bisa sukses berbisnis jahe merah setelah mendapatkan pembinaan dari salah satu lembaga BUMN tempat suaminya bekerja menjelang masa pensiun. Ilmu tersebut dipraktekkan hingga usahanya berkembang.

"Awalnya, setiap orang KS selalu dibina, dikasih ilmu sehingga saya usahakan agar bisa usaha untuk bisa memberi hadiah pada anak dan cucu," tuturnya.  

Dengan pengetahuannya pada ramuan alami, ia mulai meniti karier sejak 2006 setelah suaminya pensiun bekerja. Berkat ketekunannya, produknya kini sudah dipasarkan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera hingga ekspor ke Jepang dan Australia.

"Saya usaha jahe merah ini dari tahun 2006, sudah 20 tahun masih berjalan. Saya mengirim ini sudah ke Lotte grosir ke Cirebon, Tegal, Semarang, Solo, Jabar, Jatim, Jateng, dan Sumatera. Sekarang ekspor ke Jepang dan Australia," paparnya.

Ia menyebutkan, pensiunan ASN tidak boleh berhenti produktif dan tetap berkembang dengan kemampuan masing-masing. Untuk itu, dirinya mengajak kepada calon purna tugas agar berlomba-lomba menciptakan lapangan kerja.

"Ayo buat para ASN yang mau pensiun berwirausaha, jangan nyari pekerjaan, tapi harus menciptakan lapangan pekerjaan karena kita bisa bantu teman, orang lain," tutupnya.


Share this Post