Gandeng BKN, BKD Banten Asesmen 34 ASN untuk Pengembangan Kompetensi

Sumber Gambar : Foto: BKD Banten

BKD Banten – Sebagai upaya meningkatkan pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten melakukan asesmen terhadap 34 abdi negara.

Dalam kegiatan ini, BKD Provinsi Banten menggandeng Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN), untuk memfasilitasi sistem asesmen.

Analis SDM Aparatur Ahli Pertama Kantor Regional III BKN, Aditya Kriswanto mengatakan, penilaian menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) sesuai yang diusulkan BKD Provinsi Banten.

Metode tersebut mencakup tiga aspek penilaian utama, yakni kompetensi manajerial sosial kultural, emerging skill, serta literasi digital.

"BKN hanya sebagai fasilitator di kegiatan asesmen. BKD Banten yang memilih peserta yang layak untuk asesmen untuk jabatan yang dibutuhkan," katanya, Kamis (21/5/2026). 

Ia menyebutkan, usulan awal peserta asesmen berjumlah 68 orang. Namun saat pelaksanaan berlangsung, hanya 34 peserta yang hadir mengikuti tahapan asesmen.

Aditya mengungkapkan asesmen tersebut bertujuan untuk melihat potensi dan kompetensi peserta yang terukur berdasarkan pekerjaan sehari-hari yang dijalankan masing-masing ASN.

“Asesmen ini hanya melihat potensi dan kompetensi yang terukur dari pekerjaan yang mereka kerjakan sehari-hari,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengerjakan 431 soal yang terbagi ke dalam 22 subtes atau 22 tipe ujian berbeda. Setiap subtes dirancang sesuai kebutuhan kompetensi jabatan masing-masing peserta.

Ia juga memastikan keamanan dan kerahasiaan materi ujian tetap terjaga, karena sistem yang digunakan memiliki bank soal dengan susunan berbeda pada setiap komputer peserta.

“Kami menjamin kerahasiaan soal karena menggunakan bank soal, sehingga setiap komputer memiliki soal yang berbeda-beda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aditya menyebut sub tes dalam asesmen mencakup berbagai bentuk pengujian, mulai dari kemampuan manajerial, psikotes, gambar, cerita, hingga kemampuan numerik. Bentuk ujian tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing jabatan.

“Sub ujiannya tentang managerial, psikotes, ada bentuk gambar, cerita, angka, tergantung jabatan dan kriteria masing-masing,” pungkasnya. (Humas BKD)


Share this Post