BKD Banten Bina 141 Calon Pensiunan ASN untuk Berwirausaha

Sumber Gambar : Foto: BKD Banten

BANTEN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten melakukan pembinaan terhadap 141 calon pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai upaya menjaga produktivitas pasca purna tugas. 

Ratusan abdi negara yang sudah mengabdi puluhan tahun tersebut, diberi edukasi tentang berwirausaha yang produktif untuk mendapat penghasilan.

Tidak hanya itu, mereka juga mendapat sosialisasi dari PT. Taspen (Layanan Tabungan dan Asuransi Pensiun) agar mendapat pemahaman tentang hak yang akan didapatkan setelah purna tugas dari ASN.

Kepala BKD Provinsi Banten Ai Dewi Suzana mengatakan, edukasi wirausaha terhadap calon pensiunan ASN bagian dari upaya pembinaan BKD Banten, agar tetap produktif pasca purna tugas.

"Tujuan sosialisasi purna tugas ASN itu untuk memberikan pembekalan, motivasi dalam rangka menghadapi purna tugas, karena akan ada kegiatan berbeda, biasanya rutinitas datang ke kantor dan nanti tidak ada aktivitas lagi," katanya, Rabu (4/2/2026).

Ia menerangkan, edukasi wirausaha dinilai penting bagi calon pensiunan, agar tetap inovatif dan memiliki pendapatan tambahan selain hak dana pensiun.

"Selain itu, kita memberikan pencerahan dan kesiapan mental dalam memasuki masa purna tugas, tentang kewirausahaan sebagai inspirasi setelah masa pensiun agar tetap produktif dan menghasilkan pendapatan," terangnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Kinerja dan Disiplin pada BKD Provinsi Banten Komariah menambahkan, ada 399 ASN yang akan purna tugas di tahun 2026. Mereka telah di edukasi melalui sosialisasi ketaspenan yang dilakukan secara bertahap sejak tahun 2025.

"Jumlah untuk pensiun tahun 2026 sebanyak 399 orang. Untuk yang jumlah peserta 141 orang, selebihnya lagi sudah kita laksanakan kegiatannya di 2025," tambahnya.

Ia menyebutkan, setelah 399 ASN Pemprov Banten purna tugas, akan ada peralihan data dari BKD Banten ke PT. Taspen. 

"Kami juga mengundang Taspen karena kepegawaian akan beralih dari kami ke Taspen. Tadi dijelaskan oleh Taspen tentang hak setelah pensiun," ujarnya.

Di tempat yang sama, Bambang mengaku sudah mengabdi mengajar sejak tahun 1991. Ia mengaku sangat antusias dan termotivasi dengan edukasi wirausaha yang diselenggarakan BKD Provinsi Banten.

"Kegiatan ini penting bagi saya dan saya mendapat pencerahan tentang wirausaha setelah pensiun," ucapnya.

Ia berujar akan tetap berinovasi pasca pensiun, demi mewujudkan cita-cita pemerintah yang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Saya akan tetap berinovasi, belajar berusaha agar tetap membantu pemerintah, kan ada target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Jadi meskipun pensiun, bisa mengabdi," ujarnya.


Share this Post