Briefing Pagi BKD: Maksimalkan WFH

Briefing Pagi BKD: Maksimalkan WFH

Serang, 28 Juni 2021

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten, Dr. Komarudin, MAP, mengadakan briefing pagi melalui video conference yang dihadiri oleh seluruh pegawai Badan Kepegawian Daerah Provinsi Banten, Senin 28 Juni 2021. Briefing tersebut merupakan salah satu cara untuk memantau keadaan para pegawai ditengah sebaran covid-19 yang semakin menjadi serta memastikan semua kegiatan berjalan sesuai dengan arah yang telah ditentukan dan tepat waktu selama kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home-WFH) diberlakukan. Briefing melalui Teleconference tersebut direncanakan dilakukan setiap hari dengan durasi sekitar 10-15 menit.


Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi tren sejak adanya pandemi Covid-19 atau penyebaran virus corona yang menyerang seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ketika harus bekerja dari rumah, setiap ASN harus tetap produktif dan wajib mematuhi jam bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada. Selain itu, ASN juga wajib melaporkan kinerjanya setiap hari kepada atasan masing-masing.

Masalah yang kemudian muncul adalah bagaimana bisa bekerja dari rumah secara efektif?

Bagi seorang ASN yang telah bersumpah/berjanji pada awal ditugaskan, hendaknya berusaha menunaikan amanahnya sebaik mungkin, begitu juga dengan jam kerjanya, hendaknya digunakan jam kerja yang telah disepakati untuk benar-benar bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk dapat memaksimalkan bekerja di rumah atau WHF secara efisien, berikut sedikit tips yang dapat dilakukan:

1. Awali semua kegiatan dengan berdoa, niatkan juga untuk beribadah mencari nafkah untuk keluarga, berpamitan pada keluarga selayaknya kita berangkat bekerja.

2. Tanamkan dalam hati dan pikiran kita bahwa kita dibayar karena pekerjaan dan aktivitas kerja kita, sehingga apabila kita bekerja kurang dari jam kerja yg ditentukan, maka itu sama saja korupsi waktu dan hasil gaji kita kurang barokah dan harta yang kurang barokah akan menjadi hitungan sendiri di akherat nanti.

3. Kebersihan diri selalu dijaga, disarankan untuk selalu mandi pagi sebelum kerja, walaupun itu dilakukan di rumah. Gunakan baju yang nyaman dan baik.

4. Makan makanan secukupnya karena kita semua tahu apabila terlalu banyak makan akan membuat kita malas bekerja. 

5. Siapkan PC atau laptop, peralatan elektronik, dan jaringan internet yang baik. Bisa melalui internet wifi rumah dan harus memiliki cadangan paket data yang cukup di ponsel, untuk mengantisipasi koneksi terganggu atau putus pada saat melakukan komunikasi, mengakses sistem aplikasi, maupun mengikuti acara daring. Koneksi lemot merupakan salah satu hal yang membuat kita malas bekerja.

6. Siapkan ruangan yang bebas gangguan atau tempat kerja sendiri di dalam rumah. Usahakan tempat kerja ini cukup nyaman untuk bekerja berjam-jam tanpa terganggu/mengganggu penghuni rumah yang lain. Tentu saja dengan perlengkapan meja kursi yang nyaman juga. 

7. Tentukan waktu jam kerja kita sendiri, sehingga interaksi bisa dilakukan secara online dan efektif, artinya kita sendiri yang menyesuaikan dengan jam kerja kantor karena ada di rumah sendiri. Waktu memulai maupun mengakhiri pekerjaan akan sangat fleksibel.

9.  Meminimalisasi gangguan internal, baik itu gangguan anak, istri, dan penghuni rumah lainnya. Kerja adalah prioritas kita, maka katakan kita sedang bekerja dan tidak ingin diganggu.

10. Tetapkan target dan agenda akan melakukan pekerjaan apa, pertemuan dengan siapa, dan menghasilkan output apa tiap harinya. Ini mutlak dan penting untuk menghindari kemalasan yang datang mendadak, acara televisi yang bagus, dan sebagainya. Target dan tenggat waktu adalah pemicu Anda, sementara internet dan media sosial harus selalu on.

11. Untuk menghindari kejenuhan, aktivitas fisik sebagai selingan juga disarankan, seperti melakukan pekerjaan rumah, memasak atau berkebun di luar jam bekerja.

12. Jangan pernah berpikiran bahwa pekerjaan kita sudah selesai, selalu-lah berpikiran bahwa kita menjadi ASN selain bekerja kita juga berkarya. Nah karya inilah yg tidak akan ada habisnya kalau kita bisa menggali dan mewujudkannya. Penulis selalu ingat nasihat pimpinan waktu pertama kali menjadi ASN “Selesaikanlah pekerjaanmu, apabila selesai bantulah temanmu yang belum selesai dan apabila semuanya pekerjaan sudah selesai, ciptakanlah pekerjaan” hal tersebut sangat memicu semangat kerja dan memaksa penulis untuk berkreasi dan selalu meng-upgrade pengetahuan.

13.  Segeralah laporkan pekerjaan kita kepada atasan atau isilah segera aplikasi kegiatan sehari-hari kita segera setelah jam kerja kita selesai, untuk menghindari adanya salah paham atau lupa akan kegiatan yg kita lakukan.

14.  WFH tetap terhubung setiap saat dengan teman kerja, atasan atau bawahan, dan pengguna layanan, sehingga bekerja tetap efektif, koordinasi dan komunikasi tetap lancar, serta diharapkan kinerja dapat semakin optimal.

Bekerja dari rumah itu sebetulnya adalah hal yang menarik, menantang dan mengasyikkan, karena kita sendirilah yang mengatur semuanya. Kita bisa dekat dengan keluarga, mengetahui perkembangan anak dan menambah keakraban keluarga. Bahkan bekerja dari rumah akan mengurangi polusi, kemacetan, biaya transportasi, mencegah perubahan iklim, maupun membuat kualitas hidup lebih baik.

Apabila kegiatan WFH ini bisa dilakukan dengan benar dan terencana, tidak ada waktu yang terbuang percuma, justru capaian kerja kita akan meningkat jauh dari sebelumnya. Sekali lagi ini adalah masalah pembelajaran dan mengubah kebiasaan. Mengubah kebiasaan menjadi lebih efisien, lebih bermakna, dan berorientasi pada hasil sekaligus proses.

(tim-berita-bkd)

Share :