Kepala BKD Menjadi Pemateri Career Day Dies Natalis ke 18 Fisip Untirta

Kepala BKD Menjadi Pemateri Career Day Dies Natalis ke 18 Fisip Untirta

Serang, 28 Juli 2021

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Dr. Komarudin, MAP, menjadi pemateri  dalam kegiatan Career Day dan Temu Alumni yang merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke 18 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tirtayasa (Untirta) dengan tema “Tantangan dan Peluang Ketenagakerjaan di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Situasi Covid-19” secara virtual, Rabu, 28 Juli 2021. Acara tersebut diselenggarakan oleh Prodi Administrasi Publik FISIP Untirta.

Acara yang diselenggarakan oleh Prodi Administrasi Publik FISIP Untirta tersebut dihadiri oleh Dekan FISIP Untirta, Mahasiswa, Alumni dan Narasumber lainnya. Dekan Fisip Prof. Ahmad Sihabudin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fisip yang masih termasuk Fakultas yang masih muda, akan terus berusaha memberikan kontribusi bagi Untirta. ” Alhamdulillah prodi Fisip sudah 100% terkakreditasi A, dan Fisip yang pertama di Untirta”, ujarnya. Ia menambahkan bahwa walaupun akreditasi sudah A semua, Fisip jangan berhenti. “Ini harus menjadi poin untuk Fisip terus bergerak memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada”, imbuhnya. Ia berterima kasih kepada seluruh sivitas akademika Fisip khusunya dan Untirta umumnya, atas pencapaian Fisip sampai dengan saat ini.

 

Kepala BKD memberikan materi yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia Era Industri 4.0”. Dalam paparannya, Dr. Komarudin menegaskan bahwa Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia dalam efektivitas pemerintahan dan pada level ASEAN berada dibawah Singapura, Malaysia dan Thailand. Menurut IMD World Talent Ranking 2019, Indonesia berada di peringkat ke tiga setelah Singapura dan Malaysia. Dalam hal berkompetisi, Indonesia berada pada peringkat 50 dunia jauh dibawah Singapura yang berada pada peringkat 1. Sedangkan dari segi kemakmuran dunia, Indonesia berada pada peringkat 5 Asean. Indeks kemakmuran tersebut dinilai dari 8 indikator yaitu: Ekonomi, Keamanan, Kesehatan, Pendidikan, Modal Sosial, Pemerintahan, Kebebasan Individu, dan Kesempatan Kerja & Wirausaha. Oleh karena itu dalam menghadapi persaingan global yang semakin sengit di era revolusi industri 4.0 ini kita harus meningkatkan tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga kreatifitas, imajinasi, kemauan untuk belajar, dan kemampuan berpikir kritis”. 

Saat ini, dalam masa pandemi covid-19, kita “dipaksa” untuk bekerja lebih cerdas dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tentu juga “memaksa” kita untuk lebih meningkatkan kreativitas dan kompetensi. Tidak terkecuali Pegawai Negeri Sipil harus terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi informasi. Diantaranya adalah pengembangan talenta yang akan mengelompokkan Pegawai ke dalam 9 kotak talenta (9 box talent). Pegawai yang berada pada kotak tertinggi adalah pegawai yang memiliki potensi dan kemampuan yang tinggi, inilah pegawai yang diharapkan mampu menjadi pemimpin dan menggerakkan roda pemerintahan dengan baik sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan. Untuk pegawai yang berada pada kotak dibawahnya, akan diberikan pelatihan-pelatihan yang diharapkan akan meningkatkan kompetensinya dan mampu bersaing sehingga dapat menempati pada posisi kotak tertingi.

Pada akhir pemaparan, Kepala BKD Provinsi Banten mengingatkan bahwa ada sepuluh faktor untuk menjadi sukses yaitu: kemampuan menjual gagasan dan produk, pengelolaan kehidupan yang baik, memiliki semangat dan berkepribadian yang kompetitif, berjiwa pemimpin, mencintai apa yang dikerjakan, bekerja lebih keras dan lebih cerdas dari yang lain, mendapat dukungan dari orang terdekat, memiliki kemampuan bergaul yang baik, memiliki kedisiplinan yang tinggi dan yang paling utama adalah memiliki kejujuran yang tinggi atau berintegritas tinggi. “Oleh Karena itu, untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan, kita harus berkompetensi, berkarakter dan berkinerja”, pungkas Dr. Komarudin. 

(tim-berita-bkd)

Share :